WARGA BIASA YANG SUKSES MENJADI TOURIST INFORMATION CENTER SUNDA KELAPA
(Saat
mengelilingi sunda kelapa)
JAKARTA – Kesuksesan yang diraih oleh warga biasa
dan bukan berasal dari keluarga yang berada. Berkat kegigihannya dia bisa
sukses dan mendapat pekerjaan sebagai Tourist Information Center (TIC) di Sunda
Kelapa.
Ternyata warga biasa atau bukan orang kaya yang
berasal dari kampung juga bisa sukses di Ibukota Jakarta. Contohnya seperti
Bapak Torang Sihombing Nababan yang biasa disebut dengan bapak Torang dia bisa
menjadi Tourist Information Center yang berada di Sunda Kelapa.
Dia anak Terakhir dari 9 bersaudara, orang tuanya
berpisah atau bercerai saat dia masih remaja dan dia sangat terpukul dengan
keputusan orang tuanya. Ibunya berada di Medan dan Bapaknya berada di
Kalimantan, tidak lama Ibunya juga ikut pindah ke Kalimantan. Sejak saat itu
dia memutuskan untuk merantau pergi ke Ibukota Jakarta untuk mengadu nasib dan
untuk memenuhi kelangsungan hidupnya. Berkat kerja keras dan kegigihanannya di
tambah dengan wawasan dengan pengalaman hidupnya, dia tidak ingin merepotkan
serta selalu bergantung kepada kakak-kakaknya sehingga dia bisa sukses dan bisa
mendapatkan pekerjaan di Ibukota Jakarta sebagai tourist information center
tepatnya di sunda kelapa sehingga sudah tidak terhitung berapa lamanya dia
sudah bekerja di sunda kelapadan samapi saat ini dia hidup sendiri di Jakarta.
(Saat
TIC menjelsakan sejarah sunda kelapa)
Menjadi tourist information center tidaklah mudah,
karena menjadi tourist information center itu harus memiliki kemampuan
berbahasa yang baik dan menguasai berbagai bahasa asing agar dapat
berkomunikasi dengan wisatawan mancanegara dan agar tidak terjadi adanya
kejanggalan dengan wisatawan mancanegara yang berkunjung ke sunda kelapa.
Bahkan dia berkata bahwa “ Bekerja menjadi tourist
information center itu sangat menyenangkan. Kenapa? Karena selain kita dapat
bertemu dengan wisatawan-wisatawan mancanegara kita juga bisa menambah wawasan
kita dan dapat mengetahui apa yang sedang terjadi di negara wisatan dengan cara
tanya jawab dengan wisatawan-wisatawan mancanegara tersebut.” Ujarnya.
Disisi lain menjadi tourist information center tidak
hanya memiliki tugas mengusai berbagai bahasa asing dan dapat berkomunikasi
saja, tetapi dia juga memiliki tugas untuk emnjelaskan sejarah terbentuknya
sunda kelapa serta seluk-beluknya dari pengalaman atau wawasan yang dia ketahui
dan lalui sejak dia merantau ke Ibukota Jakarta.
Selain itu, bukan hanya wisatawan mancanegara saja yang dia layani, tetapi wisatawan dalam negri pund dia layani seperti mahasiswa yang di tugaskan datang ke sunda kelapa untuk mengetahui informasi apa saja yang terdapat di sunda kelapa termasuk sejarahnya.
Menurut orang-orang dia adalah seseorang yang dapat
memotivasi dan menginspirasi dan sangat asik jika diajak berbicara mengenai
sunda kelapa tetapi sedikit tegas dan apapun yang ditanyakan, dia selalu
menjawab sebisa mungkin dengan pengetahuan yang dia ketahui agar
wisatawan-wisatawan baik mancanegara atau dalam negari tidak kecewa datang ke
sunda kelapa. Dibalik itu dia hanya bekerja dari jam 7 pagi , beristirahat jam
12 siang dan bekerja kembali hingga jam 5 sore karena pelabuhan sunda kelapa
buka jam 7 pagi hingga jam 6 sore.
Comments
Post a Comment